Wanita dan Bisnis

Wanita dan Bisnis
Wanita.. secara fitrah atau kodrat, jelas.. sangat berbeda dengan kaum pria. Antara seorang wanita dengan seorang pria, masing-masing harus menyadari bagaimana dan untuk apa ia diciptakan.
Perbedaan antara wanita dan pria bukanlah sesuatu yang “tidak disengaja” oleh Sang Khaliq, tetapi perbedaan yang ada sesungguhnya adalah untuk saling melengkapi antara satu sama lain dalam kehidupan di muka bumi ini.

Perbedaan tidak menjadikan yang satu lebih tinggi derajatnya daripada yang lain, karena tinggi rendahnya derajat seseorang, baik pria maupun wanita adalah berdasarkan sehebat mana ketaatan mereka dalam menjalankan segala apa yang menjadi Perintah-Nya, serta sejauh mana menghindarkan diri dari apapun yang menjadi larangan-Nya.
Sementara itu, kewajiban mencari nafkah adalah menjadi tanggung jawab atau kewajiban dari seorang bapak atau suami yang notabene adalah dipegang oleh kaum pria. Dengan menjalankan kewajibannya itulah seorang pria, bapak atau suami dianggap sebagai imam di keluarganya atau qowwam bagi mereka para wanita.

Tetapi bagaimana dengan seorang wanita? Banyak sekali kita saksikan.. para wanita bekerja atau terjun untuk menekuni sebuah bisnis. Banyak diantara mereka yang melakukan pekerjaan atau bisnis bukan hanya untuk mencari penghasilan tambahan saja, tetapi tidak sedikit diantara mereka yang menanggung beban sebagai pencari nafkah demi kelangsungan hidup keluarganya. Apalagi bagi mereka yang single parent, atau ada pria diantara mereka tetapi penghasilannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, atau ia tidak bekerja dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan, apalagi banyak sekali perusahaan yang dengan alasan tertentu membatasi jumlah pekerja pria-nya lebih sedikit dibandingkan para pekerja wanita-nya.

Yaa.. mungkin selama alasan seorang wanita untuk bekerja atau menekuni sebuah bisnis itu bisa dibenarkan, dan selama pekerjaan atau bisnis itu baik serta bisa meringankan beban hidup keluarga, sesuai dengan fitrah atau kodrat kewanitaannya, serta ia pun bisa mengatur waktu antara pekerjaan, bisnis dan keluarganya, ..kenapa tidak?

Banyak pekerjaan atau cara bisnis yang bisa dilakukan oleh seorang wanita, bahkan bisnis yang bisa dilakukan dari rumah sekalipun.. sehingga bagi yang telah berumah tangga, ia bisa tetap menjadi seorang isteri di saat kapan saja suami merindukan, menjadi seorang ibu di saat anak-anak membutuhkan belaian kasih sayang, perhatian serta bimbingan.. apalagi seorang ibu bertugas sebagai “madrasatul ula”, sekolah atau pendidik awal bagi putera-puterinya.

Banyak peluang bisnis atau peluang usaha yang bisa diciptakan dengan melihat apa yang ada di sekeliling kita. Seperti apa kata seorang motivator kenamaan yang bernama Tung Desem waringin, bahwa:
“Apa yang kita lihat sebetulnya ‘sudah’ menghasilkan uang bagi seseorang yang lain, ataupun ‘bisa’ menghasilkan bagi orang lain, ataupun bagi kita”.
 
Itu berarti peluang bisnis atau peluang usaha ada dimana-mana, termasuk bagi para wanita atau ibu rumah tangga, banyak bisnis atau usaha yang bisa wanita lakukan dari rumah, seperti bisnis makanan dan minuman, bisnis kecantikan dan perawatan tubuh, bisnis cendera mata, jasa penerjemah serta penulisan artikel website. dan sebagainya.

 Sebagai contoh coba perhatikan Usaha Parsel Menyambut Hari Raya
Previous
Next Post »